PPSIKOLOGI
PENDIDIKAN
Analisis Jurnal
Jurnal Pengembangan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam Pengembangan Kompetensi Guru Penjas
Orkes pada SMP di Kota Salatiga Tahun 2010-2011
Disusun oleh :
Ukul Chamdani (6101411114)
Denny Suryo Mardiko
(6102411029)
PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU
KEOLAHRAGAAN
UNJVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2012
PENDAHULUAN
Guru
adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk
mengatasi era globalisasi dalam dunia pendidikan seorang guru harus
meningkatkan profesionalnya, seperti : kemampuan, kompetensi dan meningkatkan
penguasaan metode pembelajaran. Untuk mengatasi kesenjangan guru ditetapakn
standar kompetensi guru dan pembinaan profesional guru.
Kompetensi profesional guru mencakup :
1.Menguasai substansi bidang studi.
2.Penguasaan metodologi keilmuan.
3.Menguasai struktur dan materi bidang studi.
4.Menguasai dan memanfaatkan teknolgi informasi dan
komunikasi dalam pembelajaran.
MGMP merupakan suatu forum atau wadah profesional
guru mata pelajaran yang berada pada suatu wilayah
kota/kabupaten/kecamatan/gugus sekolah. Ruang lingkupnya meliputi guru mata
pelajaran pada sekolah negeri dan swasta, baik yang berstatu PNS maupun swasta
dan guru mata pelajaran tidak tetap atau honorarium. Prinsip kerjanya adalah
cerminan kegiatan “dari , oleh, dan untuk guru” dari semua sekolah. Atas dasar
ini, maka MGMP merupakan organisasi non struktural yang bersifat mandiri,
berasakan kekeluargaan dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga
lain.
MGMP
di Salatiga mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan mata
pelajaran penjas orkes, tetapi dalam prosesnya banyak menemukan
permasalahan-permasalahandalam pembelajaran penjas orkes diantaranya : sarana
dan prasarana, serta rendahnya kualitas
pengajaran dan kurang relevan model pembelajaran.
Rumusan
Masalah
1.Bagaimana upaya yang dilakukan MGMP
dalam pengembangan kompetensi profesional guru penjas orkes di kota Salatiga
tahun 2010-2011.
Tujuan Penelitian
1.Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan
Musyawarh Guru Mata Pelajaran(MGMP).
2.Untuk mengetahui adanya keterkaitan antara
Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan pengembangan kompetensi profesional mata
pelajaran penjas orkes.
ISI
1.Metode
Penelitian
1.1 Lokasi dan Saran Penelitian
Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) dijadikan lokasi penelitian karena forum tersebut
begitu penting dalam mengembangkan kompetensi guru. Melalui forum musyawarah
guru diharapkan persoalan dapat diatasi, termasuk bagaimana mengembangkan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam mengimplementasikannya dalam
pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Penelitian ini dilakukan di kota Salatigs. Hal ini
karena sebagai sebuah kota pelajar, pendidikan di kota Salatiga sangat diminati
oleh masyarakat.
1.2 Bentuk dan Strategi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif-kualitatif. Jenis penelitian ini akan mampu mengankat berbagai
informasi secara lengkap dan mendalam untuk menjelaskan mengenai proses mengapa
dan bagaimana sesuatu terjadi.
Penelitian ini menggunakan studi kasus terpancang
(embedden research), yakni meneliti tentang Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) dalam pengembangan kompetensi profesional guru Penjas Orkes, serta
bagaimana upaya yang dilakukan MGMP dalam pengembangan kompetensi profesional
guru penjas orkes.
2.Sumber Data
2.1 Informan
Informan merupakan seseorang yang diwawancarai untuk
didapatkan dan data untuk keperluan informasi informan dalam penelitian ini
adalah pembina, ketua, pengurus, dan angota MGMP Penjas Orkes SMP Salatiga.
Dari data yang diperoleh dibandingkan untuk mengetahui tingkat kepercayaan
(validitas) data yang diperoleh.
2.2 Aktivitas MGMP
Aktivitas MGMP digunakan untuk mengetahui bagaimana
kegiatan yang dilakukan oleh MGMP selama ini dan arah dari kegiatan tersebut.
Aktivitas yang diamati adalah program yang telah direncanakan program MGMP dan
yang akan dilaksanakan.
3
Teknik
Pengumpulan Data
3.1 Pedoman Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara mendalam (indepth interview). Ini dilakukan untuk mengetahui tentang
kinerja MGMP.
3.2 Pedoman Observasi
Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
observasi secara langsung dan termasuk dalam observasi berperan pasif. Hal yang
menjadi objek pengamatan adalah program yang dilakukan MGMP dalam pengembvangan
kompetensi profesional guru penjas orkes.
3.3 Pedoman Dokumentasi
Studi dokumentasi yang dilakukan oleh panitia adalah
pengumpulan data melalui pencatatan atau data-data tertulis untuk memperoleh
data mengenai kegiatan-kegiatan MGMP dalam mengembangkan kompetensi profesional
guru penjas orkes.
3.4 Kuesioner
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik
pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab
dengan responden). Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau
respon sesuai dengan persepsinya.
3.5 Teknik Cuplikan
Teknik cuplikan ini menggunakan purposive sampling.
Artinya sumber data dipilih berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu.
Digunakan pula cuplikan waktu (time sampling) untuk melihat aktivitas MGMP.
Sehingga dipilih waktu-waktu tertentu berdasarkan pelaksanaan program kerja
untuk melakukan pengamatan tentang aktivitas MGMP.
4.Validitas Data dan Analisis Data
Pengujian
data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi, trianggulasi
merupakan sebuah pandangan yang multiperspektif. Trianggulasi dalam penelitian
ini adalah trianggulasi data. Peneliti menggunakan beberapa sumber data yang
berbeda untuk mengetahui kebenaran suatu permasalahan.
Teknik Analisis Data
Pada penelitian kualitatif, analisis data bersifat
induktif, artinya penarikan simpulan yang bersifat umum dibangun dari data-data
yang diperoleh dari lapangan. Analisis yang digunakan adalah analisis model
interaktif yang terdiri dari atas 3 alur, yaitu reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Reduksi data terdiri
atas beberapa langkah, yaitu
1)
Menajamkan
analisis
2)
Menggolongkan
3)
Mengarahkan
4)
Membuang yang
tidak perlu
5)
Mengorganisasikan
data sehingga simpulan-simpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.
Penyajian data yang paling sering digunakan dalam
penelitian kualitatif adalah dalam bentuk teks naratif, yang merupakan
rangkaian kalimat yang disusun secara logis dan sistematis, tetapi juga melalui
berbagai matriks, grafik, jaringan, dan bagan.
Penarikan simpulan hasil penelitian diartikan
sebagai penguraian hasil penelitian melalui teori yang dikembangkan. Dilakukan
tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau simpulan dapat ditinjau sebagai
makna yang muncul dari data yang harus diuji kebenarannya, kekokohan dan
kecocokannya. Jika belum mantap, peneliti melakukan proses pengambilan data dan
verifikasi sebagai landasan penarikan simpulan akhir.
PENUTUP
1.Simpulan
Penelitian terhadap Musyawarah Guru Mata Pelajaran
Penjas Orkes kota Salatiga tahun 2010-2011 dilakukan melalui pendekatan
kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
a)Upaya MGMP dalam meningkatkan kompetensi
profesional guru penjas orkes SMP kota Salatiga pada tahun 2010-2011 antara
lain :
1Mengadakan seminar tentang pengenalan kurikulum
KTSP.
2.Memberikan penjelasan dan pengetahuan guru penjas
orkes SMP di kota Salatiga dalam
pembuatan satuan pembelajaran seperti silabus, dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
3.Mengembangkan kompetensi profesional melalui
kegiatan diskusi kecil dengan sesama guru penjas orkes anggota MGMP mengenai
masalah kelangkaan administrasi maupun dalam pembelajaran penjas orkes berupa
RPP, KKM, Silabus dan buku nilai.
4.Pembinaan secara profesional melalui kegiatan
ilmiah seperti membuat penelitian tindakan kelas sebagai pelengkap
penyempurnaan dari agenda peningkatan profesional guru penjas orkes SMP di kota
Salatiga.
5.Mengadakan pelatihan berupa pelatihan jarak jauh
secara online mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.
6.Pengenalan pembuatan media pembelajaran untuk
mengatasi permasalahan dalam pembelajaran penjas orkes berupa keterbatasan
sarana dan prasarana olahraga.
b)Respon
guru penjas orkes dalam kegiatan MGMP tinggi berdasarkan keterangan dari
responden dalam wawancara yang dilakukan secara terstruktur dan indepth
interview. Sedangkam dalam kegiatan rutin menunjukkan antusiasme dari guru
penjas orkes cukup tinggi apabila dilihat dari jumlah guru yang hadir dalam
pertemuan MGMP penjas orkes. Terdapat respon yang positif dari dinas pendidikan
kota Salatiga, serta kelompok kerja kepala sekolah di kota Salatiga dengan
memberikan bantuan dana dalam menyelenggarakan rapat maupun kegiatan-kegiatan MGMP
sebagai bentuk pengembangan profesional guru penjas orkes tingkat SMP di kota
Salatiga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar