Jumat, 15 Februari 2013

Analisis jurnal MGMP guru olahraga


PPSIKOLOGI PENDIDIKAN
Analisis Jurnal
Jurnal Pengembangan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam Pengembangan Kompetensi Guru Penjas Orkes pada SMP di Kota Salatiga Tahun 2010-2011















                                                               Disusun oleh :
Ukul Chamdani (6101411114)
Denny Suryo Mardiko (6102411029)

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNJVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
PENDAHULUAN
            Guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
            Untuk mengatasi era globalisasi dalam dunia pendidikan seorang guru harus meningkatkan profesionalnya, seperti : kemampuan, kompetensi dan meningkatkan penguasaan metode pembelajaran. Untuk mengatasi kesenjangan guru ditetapakn standar kompetensi guru dan pembinaan profesional guru.
Kompetensi profesional guru mencakup :
1.Menguasai substansi bidang studi.
2.Penguasaan metodologi keilmuan.
3.Menguasai struktur dan materi bidang studi.
4.Menguasai dan memanfaatkan teknolgi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
            MGMP  merupakan suatu forum atau wadah profesional guru mata pelajaran yang berada pada suatu wilayah kota/kabupaten/kecamatan/gugus sekolah. Ruang lingkupnya meliputi guru mata pelajaran pada sekolah negeri dan swasta, baik yang berstatu PNS maupun swasta dan guru mata pelajaran tidak tetap atau honorarium. Prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan “dari , oleh, dan untuk guru” dari semua sekolah. Atas dasar ini, maka MGMP merupakan organisasi non struktural yang bersifat mandiri, berasakan kekeluargaan dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga lain.
            MGMP di Salatiga mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan mata pelajaran penjas orkes, tetapi dalam prosesnya banyak menemukan permasalahan-permasalahandalam pembelajaran penjas orkes diantaranya : sarana dan prasarana,  serta rendahnya kualitas pengajaran dan kurang relevan model pembelajaran.
            Rumusan Masalah
1.Bagaimana upaya yang dilakukan MGMP dalam pengembangan kompetensi profesional guru penjas orkes di kota Salatiga tahun 2010-2011.

Tujuan Penelitian
1.Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan Musyawarh Guru Mata Pelajaran(MGMP).
2.Untuk mengetahui adanya keterkaitan antara Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan pengembangan kompetensi profesional mata pelajaran penjas orkes.  



ISI
1.Metode Penelitian
1.1 Lokasi dan Saran Penelitian
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dijadikan lokasi penelitian karena forum tersebut begitu penting dalam mengembangkan kompetensi guru. Melalui forum musyawarah guru diharapkan persoalan dapat diatasi, termasuk bagaimana mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam mengimplementasikannya dalam pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Penelitian ini dilakukan di kota Salatigs. Hal ini karena sebagai sebuah kota pelajar, pendidikan di kota Salatiga sangat diminati oleh masyarakat.

1.2 Bentuk dan Strategi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Jenis penelitian ini akan mampu mengankat berbagai informasi secara lengkap dan mendalam untuk menjelaskan mengenai proses mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi.
Penelitian ini menggunakan studi kasus terpancang (embedden research), yakni meneliti tentang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam pengembangan kompetensi profesional guru Penjas Orkes, serta bagaimana upaya yang dilakukan MGMP dalam pengembangan kompetensi profesional guru penjas orkes.
2.Sumber Data
2.1  Informan
Informan merupakan seseorang yang diwawancarai untuk didapatkan dan data untuk keperluan informasi informan dalam penelitian ini adalah pembina, ketua, pengurus, dan angota MGMP Penjas Orkes SMP Salatiga. Dari data yang diperoleh dibandingkan untuk mengetahui tingkat kepercayaan (validitas) data yang diperoleh.
2.2 Aktivitas MGMP
Aktivitas MGMP digunakan untuk mengetahui bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh MGMP selama ini dan arah dari kegiatan tersebut. Aktivitas yang diamati adalah program yang telah direncanakan program MGMP dan yang akan dilaksanakan.
3        Teknik Pengumpulan Data
3.1  Pedoman Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (indepth interview). Ini dilakukan untuk mengetahui tentang kinerja MGMP.
3.2  Pedoman Observasi
Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi secara langsung dan termasuk dalam observasi berperan pasif. Hal yang menjadi objek pengamatan adalah program yang dilakukan MGMP dalam pengembvangan kompetensi profesional guru penjas orkes.
3.3  Pedoman Dokumentasi
Studi dokumentasi yang dilakukan oleh panitia adalah pengumpulan data melalui pencatatan atau data-data tertulis untuk memperoleh data mengenai kegiatan-kegiatan MGMP dalam mengembangkan kompetensi profesional guru penjas orkes.
3.4  Kuesioner
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya.
3.5  Teknik Cuplikan
Teknik cuplikan ini menggunakan purposive sampling. Artinya sumber data dipilih berdasarkan pertimbangan dan tujuan tertentu. Digunakan pula cuplikan waktu (time sampling) untuk melihat aktivitas MGMP. Sehingga dipilih waktu-waktu tertentu berdasarkan pelaksanaan program kerja untuk melakukan pengamatan tentang aktivitas MGMP.
4.Validitas Data dan Analisis Data
Pengujian data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi, trianggulasi merupakan sebuah pandangan yang multiperspektif. Trianggulasi dalam penelitian ini adalah trianggulasi data. Peneliti menggunakan beberapa sumber data yang berbeda untuk mengetahui kebenaran suatu permasalahan.
Teknik Analisis Data
Pada penelitian kualitatif, analisis data bersifat induktif, artinya penarikan simpulan yang bersifat umum dibangun dari data-data yang diperoleh dari lapangan. Analisis yang digunakan adalah analisis model interaktif yang terdiri dari atas 3 alur, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Reduksi data terdiri atas beberapa langkah, yaitu
1)      Menajamkan analisis
2)      Menggolongkan
3)      Mengarahkan
4)      Membuang yang tidak perlu
5)      Mengorganisasikan data sehingga simpulan-simpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.
Penyajian data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah dalam bentuk teks naratif, yang merupakan rangkaian kalimat yang disusun secara logis dan sistematis, tetapi juga melalui berbagai matriks, grafik, jaringan, dan bagan.
Penarikan simpulan hasil penelitian diartikan sebagai penguraian hasil penelitian melalui teori yang dikembangkan. Dilakukan tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau simpulan dapat ditinjau sebagai makna yang muncul dari data yang harus diuji kebenarannya, kekokohan dan kecocokannya. Jika belum mantap, peneliti melakukan proses pengambilan data dan verifikasi sebagai landasan penarikan simpulan akhir.



PENUTUP
1.Simpulan
Penelitian terhadap Musyawarah Guru Mata Pelajaran Penjas Orkes kota Salatiga tahun 2010-2011 dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a)Upaya MGMP dalam meningkatkan kompetensi profesional guru penjas orkes SMP kota Salatiga pada tahun 2010-2011 antara lain :
1Mengadakan seminar tentang pengenalan kurikulum KTSP.
2.Memberikan penjelasan dan pengetahuan guru penjas orkes SMP di kota Salatiga     dalam pembuatan satuan pembelajaran seperti silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3.Mengembangkan kompetensi profesional melalui kegiatan diskusi kecil dengan sesama guru penjas orkes anggota MGMP mengenai masalah kelangkaan administrasi maupun dalam pembelajaran penjas orkes berupa RPP, KKM, Silabus dan buku nilai.
4.Pembinaan secara profesional melalui kegiatan ilmiah seperti membuat penelitian tindakan kelas sebagai pelengkap penyempurnaan dari agenda peningkatan profesional guru penjas orkes SMP di kota Salatiga.
5.Mengadakan pelatihan berupa pelatihan jarak jauh secara online mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.
6.Pengenalan pembuatan media pembelajaran untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran penjas orkes berupa keterbatasan sarana dan prasarana olahraga.
b)Respon guru penjas orkes dalam kegiatan MGMP tinggi berdasarkan keterangan dari responden dalam wawancara yang dilakukan secara terstruktur dan indepth interview. Sedangkam dalam kegiatan rutin menunjukkan antusiasme dari guru penjas orkes cukup tinggi apabila dilihat dari jumlah guru yang hadir dalam pertemuan MGMP penjas orkes. Terdapat respon yang positif dari dinas pendidikan kota Salatiga, serta kelompok kerja kepala sekolah di kota Salatiga dengan memberikan bantuan dana dalam menyelenggarakan rapat maupun kegiatan-kegiatan MGMP sebagai bentuk pengembangan profesional guru penjas orkes tingkat SMP di kota Salatiga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar