|
Feb 27,
'09 11:02 PM
untuk semuanya |
Dalam
olahraga istilah VO2Max tentu bukanlah asing. Apa VO2Max itu? Kenapa atlet
apabila di test VO2Max begitu takut untuk melakukan dan mengetahui hasilnya?.
VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
Kita perlu ketahui juga faal dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.
Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.
Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.
Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.
Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.
Sekalipun memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa, tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.
Bagaimana mengukur VO2 max ?
Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
Kita perlu ketahui juga faal dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.
Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.
Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.
Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.
Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.
Sekalipun memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa, tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.
Bagaimana mengukur VO2 max ?
Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
- melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
- Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.
Disamping
itu ada beberapa cara untuk mengetahui kapasitas VO2Max, seperti :
• 2.4km Run Test
• Astrand 6 minute Cycle test - VO2max test on a static bike
• Balke VO2max test - suitable for endurance sports
• Cooper VO2max test - suitable for endurance sports
• Conconi test
• Harvard Step Test - measure of cardiovascular fitness
• Multistage Fitness Test or Bleep test - VO2max test for endurance sports
• Treadmill VO2max test - VO2max test
• VO2max from non-exercise data - VO2max test
Salah satu alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter - 504.9) / 44.73.
Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min. Nah bila anda menghitungnya memakai MS Exel penulisannya adalah =SUM(2600-504.9)/44.73.
Normative data for the Cooper Test
Age Excellent Above Average Average Below Average Poor
Male 13-14 >2700m 2400-2700m 2200-2399m 2100-2199m <2100m
Females 13-14 >2000m 1900-2000m 1600-1899m 1500-1599m <1500m
Males 15-16 >2800m 2500-2800m 2300-2499m 2200-2299m <2200m
Females 15-16 >2100m 2000-2100m 1700-1999m 1600-1699m <1600m
Males 17-19 >3000m 2700-3000m 2500-2699m 2300-2499m <2300m
Females 17-20 >2300m 2100-2300m 1800-2099m 1700-1799m <1700m
The following table rates performance for athletes:
Age Excellent Above Average Average Below Average Poor
Male 20-29 >2800m 2400-2800m 2200-2399m 1600-2199m <1600m
Females 20-29 >2700m 2200-2700m 1800-2199m 1500-1799m <1500m
Males 30-39 >2700m 2300-2700m 1900-2299m 1500-1999m <1500m
Females 30-39 >2500m 2000-2500m 1700-1999m 1400-1699m <1400m
Males 40-49 >2500m 2100-2500m 1700-2099m 1400-1699m <1400m
Females 40-49 >2300m 1900-2300m 1500-1899m 1200-1499m <1200m
Males >50 >2400m 2000-2400m 1600-1999m 1300-1599m <1300m
Females >50 >2200m 1700-2200m 1400-1699m 1100-1399m <1100m
Sumber : www.brianmac.demon.co.uk
• 2.4km Run Test
• Astrand 6 minute Cycle test - VO2max test on a static bike
• Balke VO2max test - suitable for endurance sports
• Cooper VO2max test - suitable for endurance sports
• Conconi test
• Harvard Step Test - measure of cardiovascular fitness
• Multistage Fitness Test or Bleep test - VO2max test for endurance sports
• Treadmill VO2max test - VO2max test
• VO2max from non-exercise data - VO2max test
Salah satu alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter - 504.9) / 44.73.
Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min. Nah bila anda menghitungnya memakai MS Exel penulisannya adalah =SUM(2600-504.9)/44.73.
Normative data for the Cooper Test
Age Excellent Above Average Average Below Average Poor
Male 13-14 >2700m 2400-2700m 2200-2399m 2100-2199m <2100m
Females 13-14 >2000m 1900-2000m 1600-1899m 1500-1599m <1500m
Males 15-16 >2800m 2500-2800m 2300-2499m 2200-2299m <2200m
Females 15-16 >2100m 2000-2100m 1700-1999m 1600-1699m <1600m
Males 17-19 >3000m 2700-3000m 2500-2699m 2300-2499m <2300m
Females 17-20 >2300m 2100-2300m 1800-2099m 1700-1799m <1700m
The following table rates performance for athletes:
Age Excellent Above Average Average Below Average Poor
Male 20-29 >2800m 2400-2800m 2200-2399m 1600-2199m <1600m
Females 20-29 >2700m 2200-2700m 1800-2199m 1500-1799m <1500m
Males 30-39 >2700m 2300-2700m 1900-2299m 1500-1999m <1500m
Females 30-39 >2500m 2000-2500m 1700-1999m 1400-1699m <1400m
Males 40-49 >2500m 2100-2500m 1700-2099m 1400-1699m <1400m
Females 40-49 >2300m 1900-2300m 1500-1899m 1200-1499m <1200m
Males >50 >2400m 2000-2400m 1600-1999m 1300-1599m <1300m
Females >50 >2200m 1700-2200m 1400-1699m 1100-1399m <1100m
Sumber : www.brianmac.demon.co.uk
VO2 Max itu apa?
Posted on
09/07/2010 3
Dalam
olahraga istilah VO2Max tentu bukanlah asing. Apa VO2Max itu? Kenapa atlet
apabila di test VO2Max begitu takut untuk melakukan dan mengetahui hasilnya?.
VO2 max
adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan
kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan
tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat
badan.
Kita perlu
ketahui juga faal dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk
mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai
untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam
keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya
otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot
membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan
menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.
Dengan
mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah
oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang
dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.
Tingkat
Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan
pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan
menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap
suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.
Cepat atau
lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas
aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas
maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu,
oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam
melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.
Dan semakin
banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja
otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya
akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per
menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam
kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet
yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.
Sekalipun
memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik
cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien
dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa,
tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.
Bagaimana
mengukur VO2 max ?
Sebagai
pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa
sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung
maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
1. melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
2. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.
1. melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
2. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.
Salah satu
alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa
biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan
selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis
jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus
sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter –
504.9) / 44.73.
Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min
Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min
Contoh lebih
banyak dapat disimak dari halaman olahraga kompas sebagai berikut :
Pemain Baru
Persebaya
Laporan Wartawan Kompas Ingki Rinaldi
SURABAYA, KOMPAS – Persebaya Surabaya sampai selasa (9/1) belum kedatangan pemain asing tambahan untuk mengikuti seleksi, selain striker asal Brasil, Jocimar, yang tiba sehari sebelumnya. “Jocimar sudah mulai ikut latihan sejak Selasa (9/1) pagi,” papar Pelatih Fisik Persebaya, Stefano “Teco” Cugurra mengenai penyerang yang merupakan bagian dari sejumlah pemain Brasil yang sebelumnya didatangkan PSSI untuk dinaturalisasi kewarganegaraannya guna dijadikan pemain tim nasional itu.
Laporan Wartawan Kompas Ingki Rinaldi
SURABAYA, KOMPAS – Persebaya Surabaya sampai selasa (9/1) belum kedatangan pemain asing tambahan untuk mengikuti seleksi, selain striker asal Brasil, Jocimar, yang tiba sehari sebelumnya. “Jocimar sudah mulai ikut latihan sejak Selasa (9/1) pagi,” papar Pelatih Fisik Persebaya, Stefano “Teco” Cugurra mengenai penyerang yang merupakan bagian dari sejumlah pemain Brasil yang sebelumnya didatangkan PSSI untuk dinaturalisasi kewarganegaraannya guna dijadikan pemain tim nasional itu.
Sementara
itu, kondisi fisik para pemain top di Persebaya saat ini ternyata sangat
menyedihkan. Berdasarkan hasil cooper test yang dilakukan tercatat Mat Halil,
Anang Ma’ruf, Bejo Sugiantoro, dan Mursyid Effendi berada di peringkat ke 13,
15, 16, dan 17 dari 23 pemain yang mengikuti tes tersebut.
Tes yang
menggunakan metode berlari dalam jarak maksimal yang bisa ditempuh 12 menit itu
juga mengukur kapasitas paru-paru menampung oksigen atau besaran VO2 Max.
Dari tes
tersebut diketahui Mat Halil hanya mampu menempuh jarak 2,9 kilometer (km)
dengan VO2 Max 53,4, diikuti Anang Ma’ruf yang berlari sejauh 2,88 km dengan
VO2 Max 53. Padahal, standar yang setidanya dipenuhi untuk pemain di Indonesia
adalah tercapainya jarak 3 km dari standar pemain di dunia internasional sejauh
3,2 km.
Bejo hanya
mampu berlari sejauh 2,82 km dengan VO2 Max 51,7 atau turun dari tes terakhir
pada 13 Agustus 2005 saat ia mampu berlari 2,855 km dengan VO2 Max 52,4.
Sedangkan Mursyid Effendi berlari hanya 2,815 km serta VO2 Max 51,5 atau sama
saja dengan kondisinya pada saat tes terakhir.
Pemain yang
punya nilai tertingggi adalah mantan gelandang Persija, Marwal Iskandar, yang
mampu berlari 3,25 km dengan VO2 Max 61,3. Hasil mengejutkan dibukukan striker
gaek Reinald Pietersz yang ternyata mampu berlari sejauh 3,015 km dengan VO2
Max 56, atau setingkat di atas Uston Nawawi yang berada di urutan kedelapan
dengan jarak lari 3,005 km dan VO2 Max 55,8.
Sedangkan
jarak antara Marwal hingga Reinald hanya dua pemain seleksi yakni, gelandang
bertahan lokal Yuski, eks bomber Persitara dari Kamerun Boumsong JP, serta
pemain lokal Nurcholis dan Aulia Tri Hartanto, serta gelandang asal Uruguay,
Roberto Lopez.
Kondisi ini
ironis mengingat para pemain top yang selama ini dibanggakan sebagai ikon
Persebaya itu juga menerima kontrak terbesar. Untuk musim lalu, Bejo dikontrak
Rp 525 juta, diikuti Anang Ma’ruf yang dikontrak Rp 500 juta.
Dari tes itu
juga diketahui, satu pemain seleksi atas nama Gustavo Chena berada dalam
kondisi mengkhawatirkan. Kemampuannya yang hanya berlari sejauh 2,795 km dengan
VO2 Max 51,1 menempatkannya pada urutan terakhir tes tersebut di antara para
pemain non kipper.
Padahal,
Chena merupakan salah satu pemain yang masih dipertahankan Pelatih Ibnu Grahan
untuk mengikuti seleksi. Ibnu yang sebelumnya sempat menentukan tinggal
membutuhkan dua triker asing segera mengubah keputusannya, begitu mengetahui
penampilan Chena ternyata berada di atas rata-rata.
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar